3.1.a.5. Ruang Kolaborasi - Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran
KELOMPOK 5 :
1. SUWARTININGSI, S.Pd. Si
2. ADI CHANDRAWIRAWAN, S.Pd
DILEMA PAK DICHAN (Adicandrawirawan)
Pak Dichan adalah seorang guru Honorer yang saat ini sedang mengikuti PGP. Beliau
sangat di kenal sebagai guru yang disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan juga
memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Setiap tugas di sekolah yang di berikan
oleh pihak sekolah, selalu di kerjakannya dengan penuh tanggung jawab, termasuk
jadwal mengajar yang setiap hari dan tidak pernah ditinggalkan sebelumnya. Dan
dengan tugas LMS dengan jadwal yang telah ditentukan dan sangat menyita waktu dan pikiran. Pada suatu saat,
sebagai seorang guru yang memiliki profesi tambahan di rumah, adalah sebagai
seorang Petani. Pada saat musim panen padi seperti saat ini, beliau tidak bisa
hadir di sekolah karena harus ikut kerja di sawah, mengingat kondisi keuangan
pak Dichan yang pas-pasan untuk menyewa buruh tani, dan kebetulan panen padi
saat ini sedang bersamaan, jadi mencari orang yang akan di sewa sebagai buruh
tani itu sangat sulit, jadilah pak Dichan harus turun sendiri ke sawah. Karena
padi tersebut akan rontok jika tidak di panen pada waktunya. Apa yang harus Pak
Dichan lakukan? Dalam kondisi seperti ini, tugas yang mana yang harus pak Dichan
prioritaskan?
Paradigma yang di
ambil pada kasus ini adalah: Individu
lawan masyarakat (individual vs community
Prinsip yang
kami gunakan: Berpikir Berbasis
Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
Untuk tugas di sekolah Pak Dichan bisa meminta
bantuan rekan kerja yang satu tim dengan beliau, dengan perjanjian akan
menggantikan jam mengajar rekannya tersebut di waktu yang lain. Dan untuk tugas
LMS nya bisa di kerjakan di sela-sela tugas yang lain. Sementara beliau bisa
mengerjakan tugas lain yaitu memanen padi di sawah. Mengingat keadaan keuangan
pak Dichan yang tidak memungkinkan untuk menyewa buruh tani, atau lebih
tepatnya meminimalisis biaya panen.
Penerapan 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan pada studi kasus pak Dichan:
a. Nilai-nilai yang
saling bertentangan dalam studi kasus tersebut yaitu:
Individu lawan masyarakat
b. Yang terlibat dalam
situasi tersebut Pak Dichan
c. Fakta-fakta yang
relevan dengan situasi tersebut:
- Pak Dichan adalah seorang guru yang disiplin dan penuh tanggung
jawab.
- Tugas LMS dengan
jadwal yang padat, membutuhkan waktu dan keseriusan yang cukup tinggi.
- Sebagai seorang
petani yang memiliki keterbatasan biaya dan keterbatasan tenaga sewa.
Penerapan 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan pada studi kasus pak Dichan:
d. Mari kita lakukan
pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
•
Uji
legal: Tidak ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut
•
Uji
Regulasi: Tidak ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus
tersebut.
•
Uji
Intuisi : Saya merasa bersalah terhadap rekan kerja saya, dimana saya meminta
kesediaannya untuk menggantikan jadwal mengajar saya.
•
Yang
saya rasakan bila keputusan saya dipublikasikan di halaman depan koran, senang
dan tidak ada masalah yang membebani. Karena mungkin bisa menjadi inspirasi
bagi yang lain bagaimana caranya manejemen waktu yang baik.
•
Kira-kira
keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola saya dalam situasi ini adalah
akan melakukan hal yang sama seperti saya karena lebih melihat prioritas
pekerjaan.
e. Jika situasinya
adalah situasi dilema etika, paradigma yang terjadi pada situasi
tersebut adalah Paradigma Individu lawan masyarakat (individual vs
community)
f. Dari 3 prinsip
penyelesaian dilema, prinsip yang akan dipakai yaitu Berpikir
Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
g. Ada
sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk
menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
h. Keputusan yang
akan saya ambil yaitu: Membicarakan kembali kepada murid-murid untuk
mengambil jalan tengah dengan tetap memenuhi keinginan murid namun mengupayakan
agar membuat guru leluasa untuk mengontrol/memberi perhatian yang merata kepada
murid-muridnya.
Refleksi dari keputusan yang
saya ambil bahwa dalam pengambilan keputusan tersebut saya berprinsip pada
berpikir hasil akhir dan paradigma Individu melawan masyarakat. Tidak ada yang
terkorbankan di sini, murid-murid saya di sekolah tetap mendapatkan hak
ilmunya, meskipun bukan dari saya. Tugas-tugas LMS di PGP, dapat diselesaikan
pada waktu yang telah ditentukan. Dan tugas tambahan saya sebagai petani, dapat
terselesaikan sebelum padinya rontok.
Komentar
Posting Komentar