Pembagian Raport Murid adalah Hak Murid
Pembagian Raport Murid adalah Hak Murid
Link Vidio Youtube: https://youtu.be/mpxrrYtAxR8
Latar Belakang
Budaya
positif disekolah merupakan sebuah aturan yang dibuat bersama atas kesepakatan
bersama demi kebaikan bersama, tidak boleh sebuah budaya positif itu harus
berdasarkan kepetingan sendiri atau sekolompok warga sekolah akan tetapi harus
dirasakan oleh semuanya. Salah satu budaya
positif disekolah adalah tidak saling mengecawakan satu sama lain atau saling
menghargai keinginan baik antar sesama. Misalnya menghargai murid.
Dalam menghargai seseorang bisa kita laukan dengan memahami perasaan atau
keinginannya. Dengan memahami perasaan dan memenuhi keinginannya kita akan
lebih dekat dengannya. Hubungan baik akan terjalin dengan baik.
Dalam hal ini memberikan hasil penilaian guru terhadap murid adalah hak
dari murid untuk mengetahui sejauh mana mereka beusaha dalam belajar, berusaha
menjadi murid yang teladan dalam berperilaku dan berpengahuan. Sekolah wajib
memberikan laporan kepada murid yang dinilai.
Selama saya mengajar di tempat tugas saya saat ini belum pernah dalam pembagian
raport di selenggarakan secara resmi dan bersifat memotivasi. Saya berpikir
kenapa tidak di coba untuk penerapan seperti yang sering guru kami lakukan dulu
dalam pembagia raport murid bisa di lakukan dengan pengumuman dikumpulkan di
halaman sekolah dan diberikan reward.
Deskripsi Aksi Nyata
Sebelum saya menyampaikan hal ini kepada kepala sekolah dan guru-guru, terlebih
dahulu saya bertanya kepada murid-murid mengenai kesan meraka dalam pembagian
raport sebelumnya. Dalam pembagian raportnya murid diberikan begitu saja oleh
wali kelasnya. Dalam hal ini maksudnya saya yaitu memberikan pengumuman juara
di kelasnya tanpa memberikan raport muridnya kadang-kadang juga gurunya tidak
memberikan raport dan diberikan begitu saja oleh wali kelasnya di hari-hari
belajar efektif, dengan berbagai alasan misalnya belum selesai mengimput nilai
muridnya atau lainnya.
Diabad 21 ini Menteri Pendidikan mengaungkan pembelajaran yang berpusat
pada murid, memberikan kebebasan kepada guru untuk berinovasi, dan termasuk
juga memerdekakan murid.
Menurut saya memerdekakan murid juga perlu di merdekakan ketika mereka
sudah datang kesekolah sesuai harinyaa untuk pembagian raport mereka
mendapatkan apa yang menjadi tujuannya mereka datang pada saat itu dan
mendapatkan motivasi serta bersaing dalam hal yang baik. Dan tidak pulang dengan
tampa mengetahui hasil penilain gurunya selama belajar dalam semester berjalan.
Seminggu sebelum hari H pembagian raport saya melakukan tanya jawab dengan
guru- kepala sekolah dan juga murid. Terlebih dahulu saya bertanya kepada murid
dengan memasuki setiap ruangan murid dan saya bertanya kepada mereka beberapa diantaranya.
Pertanyaan 1. Apa kesan mereka ketika saat pembagian raport dari
sebelum-sebelumnya?.
Pertanyaan 2. Pembagian raport seperti apa yang kalian
inginkan?.
Pertanyaan 3. Apakah kalian ingin dalam pembaigian raport nanti kita
lakukan seperti metode ini (memberikan gambaran cara yang diinginkan)?.
Dari pertanyaan pertama mereka mengatakan pembagian raportnyanya datang
percuma kami tdak diberikan raport, datang kotorin seragam sekolah saja.
Jawaban 2. Kami ingin diberikan raport kami dan diumumkan yang juara
Jawaban 3. Itu bagus pak, kami mau seperti itu. Kami suka
Ok. Dari situ saya berpikir akan mencoba memulai hal yang baru dari hasil
tanya jawab dengan murid. Dan saya merasa ini dapat memberikan motivasi bagi
mereka karena inilah yang mereka inginkan.
Setelah melakukan tanya jawab dengan murid saya bertanya lagi kepada kepala
sekolah dan guru-guru terutama wali kelasnya dan menceritakn hasil survei saya.
Dan mereka menyetujuinya. Dan saya menyarankan juga kepada wali kelasnya dua
hari sebelum hari pembagian raport saya sudah menerima daftar nama-nama murid
untuk terbaik kelasnya supaya saya bisa mencetakan piagam penghargaannya.
Piagam ini selalu di minta oleh murid yang telah lulus untuk mendaftar di
tingakat lanjut sekolah yang mereka inginkan yang menyaratkan sertifikat supaya
bisa jadikan nilai tambahan diterima sebagai bukti atas prestasinya.
Dengan akan dilakukan model yang seperti ini saya sebagai orang yang
mulanya kegiatan ini, saya dan guru-guru mempersiapkan berbagai hal diataranya
susunan acara, hadiah, dan piagam penghargaannya. Murid terlihat senang melihat
saya membawa alat tulis untuk diberikan kepada mereka dan berharap dirinya
dapat nilai yang baik dan jadi juara kelas.
Hal seperti ini dapat memberikan motivasi kepada mereka, itu terdengar dari
ucapan murid katanya saya akan belajar dengan rajin kalau saya tidak juara
kelas ini supaya saya jadi yang terbaik nantinya.
Oh Now. Sayang banget tidak sesuai rencana. Beberapa acara yang sudah saya
susun di lewatkan saja karena hujan turun pada saat acara sedang berlangsung.
Dan pemberian raport dan hadiahnya dilanjutkan dikelas masing-masing oleh wali
kelasnya.
Mengambil pelajaran dari kekurangan kegiatan ini akan dievalauasi bersama
dengan kepala sekolah serta guru-guru. Kekurangan seperti bekerjasama dengan
orang tua murid dalam sama-sama memberikan motivasi untuk murid serta
berkerjasama dengan pengawas sekolah untuk memberikan sambutan dalam memberikan
motivasi bagi sekolah secara umum dalam meningkatkan kualitas penghargaan dan
lainnya. Selain itu dokumentasi kurang bagus karena meminta bantuan kepada
salah satu orang tua murid yang ada dilokasi kegiatan.
Komentar
Posting Komentar