3.1.a.9. Aksi Nyata Praktik menjadi pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Tema: Gotongroyong membersihkan lingkungan sekolah
3.1.a.9. Aksi Nyata
Praktik
menjadi pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
Pada
kesempatan ini saya mencoba berperan aktif sebagai pemimpin pembelajaran yang
membudayakan budaya positif sekolah. Budaya kerjasama dalam membersihkan
lingkungan sekolah.
Testimoni dari perwakilan guru dan murid tentang perasaan
(feeling) mereka tentang kerjasama dalam membersihkan lingkungan sekolah
Guru Sri : Saya tentu senang melihat sekolah
kita bersih sebab akan terasa nyaman buat kita belajar. Ini kerja sama yang
baik antara guru dan murid-murid.
Murid (Sunardin) : Saya senang karena seru
Dokumentasi kegiatan
Rancangan Aksi Nyata saat lalu
Peristiwa (facts)
Latar Belakang
SDN Inpres Monta adalah salah satu
sekolah dasar yang ada di Desa Monta Kabupaten Bima. Sekolah ini berlokasi di
tengah pemukiman warga setempat. Berada ditengan pemukiman warga tentu tidak
terlepas dari kehidupan masyarakat setempat.
Sekolah sering melakukan keterlibatan
diri dalam berbagai kegiatan kemasyarakat. Dianatarannya tentang kebersihan
lingkungan. Penanaman sejak dini pada murid tentang pentingnya kebersihan
lingkungan adalah sebuah praktek baik yang harus tetap diberikan pada
siswa-siswi di lingkungan sekolah.
Penting sekali menjaga kebersihan
sekolah agar semua warga sekolah merasa nyaman dan betah berada dilingkungan
sekolah yang bersih, indah, nyaman dan ramah. Untuk mendapatkan hal-hal seperti
itu perlu adanya kesadaran dari semua warga sekolah dan masyarakat sekitar
lingkungan sekolah untuk saling menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Melihat
tidak tersedianya fasilitas penyangkut sampah di tingkat lingkungan setempat
membuat sekolah menjadikan lahan kosong sekolah sebagai tempat pembuangan
sampah sekolah. Ini tentu juga terjadi dibeberapa sekolah yang ada diberbagai
tempat di pedesaan. Meski demikian terkadang ada beberapa sampah yang tidak
mungkin digunakan oleh warga sekolah ketika berada dilingkungan sekolah seperti
adanya pempers bayi dan jenis sampah lainnya.
Saya berinisiatif untuk mengingatkan
murid untuk kembali bekerjasama membersihkan sampah-sampah yang berserakan di
tempat pembuangan sampah. Berserakannya sampah-sampah itu di acak-acak oleh
ayam ternak warga sekitar. Selain mengajak untuk membersihkan sampah saya juga
ingin mengajak murid untuk menempel poster larangan buang sampah disitu bagi
orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Alasan melakukan hal tersebut
Saya yakin setiap hal baik harus
dimulai dari diri sendiri dan ini perlu diimbaskan kepada lingkungan sekitar
termasuk dilingkungan sekolah. Melihat sampah-sampah yang berserakan tentu itu
sangat mengganggu pandangan apalagi kalau sampah berserakan di dalam ruagan
kelas. Dilingkungan sekolah saya berinisitif bersama teman-teman guru dan murid-murid
untuk selalu melakukan pembersihan halaman sekolah, ini menjadi kebaisaan kami
disekolah akan tetapi terkadang kami mengabaikan hal itu disebabkan karena
sekolah ditengah pandemi yang membuat warga sekolah jarang bertatap muka.
Ketika sampa-sampah yang tertumpuk untuk dibakar seperti biasanya, ada saja
hewan ternak warga sekitar seperti ayam yang mencari makan dan mengacak-ngacak
tumpukan sampah tersebut. Ini membuat pandangan dan rasa kami merasa terganggu.
Berangkat dari hal ini kami bersama melakukan gotongroyong pembersihan halaman
sekolah. Dedaunan yang rontok pun memberikan sumbangan tersendiri dalam menjadi
sampah sekolah.
Hasil aksi nyata yang dilakukan
Memang menjadi hal yang diinginkan
jika pekerjaan kalau dikerjakan secara bersama membuat suatu pekerjaan akan
terasa mudah dan cepat selesai. Itu pula yang terjadi dari aksi nyata yang saya
lakukan bersama-sama dengan rekan-rekan guru dan murid-murid disekolah.
Lingkungan sekolah terlihat lebih bersih dan terasa nyaman. Ini salah satu
kebiasaan positif disekolah yang harus dilakukan secara terus menerus yang
menjadi kebiasaan warga sekolah. Siswa dan guru-guru pun merasa senang usai
melakukan kerja bakti. Itu terlihat jelas dari cerita hasil pantau mereka usai
kegiatan kebersihan. Semoga setelah dipasang papan larangan membuang sampah
orang-orang yang diluar sekolah tidak lagi membuang sampah dilingkungan
sekolah.
Perasaan (feeling)
Tidak hanya saya yang merasa senang
melihat hasil kerja bakti kami. Semua warga sekolah tersenyum melihat hasil kerjabakti,
ini menunjukkan disekolah kami masih terdapat nilai budaya kerjasama antar
warga sekolah.
Pembelajaran (findings)
Ini tentu harus dijadikan sebagai
nilai suatu pelajaran bahwa untuk merasa nyaman disekolah salah satu yang bisa
dilakukan adalah dengan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Tidak ada orang lain yang harus menjaganya kalau bukan dari warga sekolah itu
sendiri. Pelajaran ini bisa mengajarkan banyak hal salah satunya tentang
kenyamanan dan keindahan. Selain itu pelajaran lain yang bisa diambil ketika
kerjasama antar warga sekolah siswa diajarkan bertanggungjawab terhadap
lingkungan sekolah dan nilai gotongroyong.
Keberhasilan
yang didapat dari kegiatan ini yaitu kegiatan menghasilkan hasil yang baik
yaitu tumpukan sampah sudah dibersihkan dan dibakar
Kegagalannya
dari kegiatan ini siswa harus di arahkan dan diatur dengan baik sebab masih ada
siswa yang terkadang berusaha sembunyi dari pantauan guru untuk melakukan kerja
bakti
Penerapan kedepan
(fiture)
Kedepannya ini harus menjadi budaya
positif. Budaya yang mengajarkan kerjasama dan gotongroyong. Budaya seperti ini harus terus diterapkan dan
menjadi kebiasaan baik dilingkungan sekolah dan bisa diimbaskan ke lingkungan
keluarga dan masyarakat.










Komentar
Posting Komentar